• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Rabu, 10 September 2014

Mancing Tenggiri


Memancing Teggiri Tak Pernah Basi
Daya tarik ikan tenggiri sepertinya tiada pernah habis. Dari dahulu hingga sekarang ikan tenggiri terus menjadi target pemancing. Daya sergap dan kecepatannya berenang bagaikan torpedo membuat pemancing gandrung dan menyukainya. Ikan yang memiliki daging yang gurih ini hampir keberadaannya selalu dirindukan, maka jangan heran bila musim tiba-tiba pemburu tenggiri selalu menanti, seperti di daerah Teluk Jakarta dan tentunya juga daerah lainnya.

Ikan tenggiri (mackerel) merupakan ikan yang tidak asing bagi nelayan atau pemancing. Ikan yang memiliki bentuk tubuh langsing memanjang, dengan warna keperak-perakan dan di tubuhnya hampir terdapat garis-garis seperti zebra cros selalu hidup berkelompok dalam mencari makan. Ikan yang tergolong sebagai ikan pelagis, maka ikan tenggiri suka berpindah-pindah lokasi. Saat tertentu ia hidup di karang tertentu namun beberapa hari kemudian ia pergi mengembara untuk menyambung kehidupan. Jadi ikan ini tidak menetap pada satu satu lokasi layaknya ikan dasar seperti kakap, jenaha dan kerapu.

Postur tubuhnya yang langsing tentu saja mendukung tergolong karakter hidupnya sebagai penjelajah tinggi. Dari postur tubuhnya itu kita bisa mengerti bahwa ikan ini adalah ikan pemburu yang handal. Daya serangnya yang cepat di dukung dengan tajamnya giginya membuat ikan lain seperti ikan como, ikan selar dan ikan yang lebih kecil tidak berdaya menghadapinya.

Sebagai ikan predator sekaligus ikan pelagis maka ikan ini banyak dinantikan kehadirannya dalam setiap musimnya. Ikan tenggiri selalu mendatangi kawaan Teluk Jakarta bersamaan angin barat yang jatuh umumnya pada bulan januari hingga agustus. Pada musim timur tua yaitu bulan September ikan ini kembali datang.

Datangnya tenggiri tentu saja mengundang para nelayan dan pemancing untuk saling mengakali bagaimana mendapatkan ikan yang terkenal enak dagingnya ini. Jangan heran bila musimnya datang kapal-kapal penyewaan mancing di Teluk Jakarta ramai disewa pancinger. Sehabis memancing cerita pancinger terus berkembang di toko-toko pancing maupun via facebook.

Melihat banyak pemancingyang memberi apresiasi terhadap ikan tenggiri maka belakangan ini khusus ikan tenggiri diperlombakan dalam sebuah turnamen. Tercatat dua kali turnamen yang khusus memancing tengiri dan pesertanya sangat banyak. Banyak peserta turnamen tenggiri tentu saja menjadi barometer bahwa ikan tenggiri tetap digemari.

Suka Mencari Makan di Karang Luas
Sebagai ikan pemburu yang handal, tenggiri selalu mengincar keberadaan ikan-ikan kecil yang menjadi santapannya. Ikan-ikan kecil seperti selar, como dan kembung biasanya mencari makan di daerah yang berkarang cukup luas dan dangkal. Lokasi karang luas dan panjang yang merupakan rumah ikan-ikan kecil ternyata menjadi tempat yang menjanjikan bagi tenggiri, dengan meruahnya makanan untuk menyambung hidup.

Jika ikan tenggiri menjadi lebih besar ia tidak hanya tinggal di daerah yang berkarang dangkal, namun pergi mengembara ke tengah lautan untuk mencari makanan. Ikan tenggiri besar lebih memilih hidup secara solitaire atau menyendiri dalam memburu mangsanya.
Ikan tenggiri besar dalam mencari makan harus juga bersaing dengan ikan pelagis besar lainya seperti barakuda, marlin dan layaran. Maka jangan heran bila anda mancing trolling di lautan dalam umpan anda di makan oleh tenggiri.

Memburu Tenggiri Dengan Teknik Koncer
Untuk memburu ikan tengiri dengan teknik koncer maka kami akan sajikan bagaimana kebiasan para nelayan dan pancinger Kepulauan Seribu-Jakarta. Meski teknik ini sebenarnya teknik umum dan tidak mengenal batas wilayah. Bobot ikan yang terpancing di perairan Kepulauan Seribu umumnya berkisar 3-4, memang kadang-kadang tertangkap tenggiri yang berukuran besar dengan berat 10 kg, tentu saja jika di daerah Kepulauan Seribu ikan tidak terlalu besar maka untuk mendapatan perlawanan yang aduhai enaknya lebih baik menggunakan perangkat yang kecil pun yaitu kelas kenur antara 2-8 kg sudah cukup.

Namun jika daerah mancing menghasilkan ikan tenggiri yang besar seperti daerah Indonesia timur, atau Ujungkulon dan Binuangeun yang ikan tenggirinya boleh dibilang monster lantaran beratnya mencapai di atas 20 kg maka piranti pun haruslah besar pula.
Kembali ke wilayah Teluk Jakarta untuk spesifikasi piranti pada umumnya sebagai berikut:

Joran
Pilih joran jenis light spinning pendek ( 180-220 cm), bahan utama grafit yang terdiri dari satu atau dua batang. Aksi joran pilih yang melengkung dari tengah sampai ke ujung (kelas 2-4 kg) atau joran yang melengkung di ujungnya saja dengan kelas 65 kg-10 kg.

Ril
Penggunaan penggulung sebaiknya pilih yang model spinning dengan 2-12 ball bearing logam anti karat. Kalo bisa wadah dan spulnya terbuat dari grafit. Ukuran ril sebaiknya sama dengan ukuran kelas kenur atau naik satu kelas di atas ukuran kenur.

Kenur
Penggunaan kenur yang IGFA test lebih baik karena bila anda mendapat ikan untuk kategori rekor maka lebih aman. Biasanya kenur kecil kelas 8 lbs-20 lbs. Pinsipnya semakin kecil semakin galak namun diperlukan kelihaian dan jam terbang yang tinggi. Sedangkan kenur PE sebenarnya bisa juga digunakan untuk mancing namun kenur ini tidak lazim bagi pemancing yang gemar mancing koncer dan kenur PE sering digunakan untuk mancing popping atau jigging.

Tali Ujung
Lantaran ikan tenggiri memiliki gigi yang tajam dan bentuknya menyerupai gergaji maka untuk itu antisipasi dengan menggunakan tali ujung dari kawat baja tunggal nomor 24-28 atau kawat serabut baja kelas 15-24 kg. Penggunaan kawat baja terbukti ampuh meredam geganasan sambaran tenggiri dimana pemancing tanpa takut kenurnya akan putus.

Rangkaian Pancing
Gigi tenggiri terkenal sangat tajam. Kebiasaanya menyambar umpan biasanya menyabar dari arah samping atau belakang dengan cara menyergap dan berang secepat kilat. Karakter sambaran dan daya serangnya yang tinggi itulah makan pemancing perlu melengkapinya dengan kawat pada tali penghujungnya. Bagi pemancing yang gemar mancing dasar dengan tehnik koncer yang menggunakan umpan hidup, agar presentasi ikan terkait maksimal umpan biasanya dipasang dua kail yang kedua-duanya harus mantap tertanam ke badan ikan.

Umpan
Ikan terggiri termasuk kategori ikan pelagis (permukaan). Di daerah Kepulauan Seribu ikan tenggiri lebih sering dipancing dengan cara koncer. Meski demikian ada juga pemancingya yang mancing dengan cara trolling. Ikan umpan yang paling sering digunakan para nelayan dan pemancing adalah ikan kembung hidup. Bagi pemancing yang suka trolling biasanya memilih ikan hidup yang tidak mudah mati dengan kecepatan pelan sekali. Agar ikan kecil tetap mengumpul pada satu lokasi saja maka yang dilakukan adalah membuang rebon (ngebom/chumming) atau dengan ikan kembung mati agar mendapat respon yang cepat dari si lincah tenggiri.

Teknik Menghajar
· Kebiasaan ikan tenggiri yang menyambar umpan dengan kecepatan tinggi tentu saja membuat kenur dalam sekejap keluar dari ril berpuluh-puluh meter. Jika tiba-tiba ril anda berderit keras janganlah panik. Biasanya hal ini yang sebentar karena tenggiri kecepatan berenang akan berkurang dengan sendirinya.

· Untuk mengantisipasi hal tersebut maka stel drag pada kekuatan 30% dari kekutan kenur sehingga kala ikan membawa kabur kita tidak usah kawatir akan putusnya kenur.

· Setelah perlawanan ikan tenggiri berhenti sekarang tinggal aksi pemancing untuk mengajar ikan ini. Mainkan joran anda secara berirama naik turun. Tarik joran ke atas lalu turunkan ke bawah lalu ikuti dengan memutar engkol ril. Jangan buru-buru dan terus kuasai keadaan hingga mendekati kapal.

· Jika tenggiri berenang ke arah kapal maka anda harus mengantisipasinya dengan cara menggulung secara cepat. Setelah kondisi kenur tegang anda haruslah hati-hati agar ikan tidak berontak dan menangkan pertarungan dengan si lincah tenggiri.

Trolling Tenggiri
Ikan tenggiri bisa juga dipancing dengan teknik trolling. Mancing trolling atau istilahnya ma ncing tunda adalah mancing dengan cara kapal berjalan. Umpan diulur di belakang kapal dalam beberapa meter lalu kapalpun berjalan. Umpan yang sering digunakan untuk mancing ikan tenggiri pun beraneka ragam. Ada umpan buatan dan umpan alami. Umpan buatan seperti konahead, rapala merupakan umpan yang bisa dipakai untuk memancing tenggiri. Sedangkan umpan alami adalah ikan-ikan yang dijahit biasanya ikan kembung, dan tongkol. Dalam mancing trolling biasanya yang memakan bukan hanya ikan tenggiri tapi terkadang ikan wahu, barakuda, bahkan terkadang ikan layaran dan ikan pelagis lainnya.



(Berita Mancing)

Teknik Mancing Laut dengan Pelampung




Cara mancing laut berpelampung lebih sederhana dibanding mancing dasaran. Teknik ini dilakukan untuk menghindari dari tersangkutnya umpan dari karang atau objek lain di dasar laut. Gunakan joran berukuran panjang lebih dari dua meter dan bahkan lebih agar bisa melempar umpan jauh ke tengah saat mancing dari pinggir laut dan di atas karang. Dan gunakan joran yang berukuran panjang cukup agar lebih leluasa melempar umpan dari tengah laut di atas kapal/perahu mancing.

Pilih ril yang menampung senar sepanjang 200 hingga 300 meter dengan senar berdiameter 4 lbs hingga 20 lbs (sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokasi) sepanjang kira-kira 1 hingga 2 meter. Berbagai macam umpan yang bisa digunakan untuk mancing berpelampung, mulai dari udang hidup/ mati, ikan hidup/mati, cumi mati/potongan penuh bahkan hingga ikan mati/potongan.

Lempar ikan ke tengah laut dan biarkan ikan mengambang terbawa arus (gunakan light stick pada saat mancing malam hari untuk mengetahui posisi pelampung). Ulur umpan berpancing secukupnya dan stel drag ril dengan ukuran sangat ringan, hal tersebut dilakukan agar pada saat ikan menyambar umpan, ikan tidak curiga.

Apabila umpan tadi disambar ikan, maka ril akan berderit kencang dan spol berputar dengan senar yang mengulur keluar. Biarkan hal tersebut hingga ikan berhenti menarik untuk menelan umpan, barulah kemudian kencangkan setelan drag ukuran sedang untuk melakukan posisi strike.

Nikmati perlawanan dan lumpuhkan ikan jangan sampai umpan dibawa lari ke karang atau objek pengganggu lainnya.



(yukmancing)

5 Prinsip Dasar Mancing di Laut


Ada beberapa prinsip yang harus diterapkan pemancing sewaktu mancing di laut, diantaranya:

1. Persiapan kapal. Tentu kapal yang akan digunakan harus layak melaut, dan diharuskan ada pelampung penyelamat untuk semua orang yang ada di kapal, serta radio komunikasi. Selanjutnya jangkar yang baik beserta tali jangkar minimal 150m (untuk memancing di kedalaman sekitar 30 sampai 50m). Dan pastikan semua telah dipersiapkan, mulai dari bahan bakar dan peralatan lainnya.

2. Persiapan alat-alat pancing. Peralatan merupakan hal penting yang tak bisa lepas dari kegiatan mancing, perlatan yang tidak lengkap dapat mengacaukan trip mancing anda. Sering terjadi pemancing kelupaan membawa mata kail atau pemberat yang sesuai saat berangkat ke laut. Periksalah apakah peralatan piranti pancing sudah ada semua, seperti mata kail, pemberat, kili-kili, kenur, neklin, pisau, gunting, joran dan reel. Pancing kotrekan untuk mencari umpan. Umpan segar seperti cumi (yang masih utuh kepalanya) atau umpan yang lainnya.

3. Mengamati cuaca. Faktor cuaca juga sangat menentukan, ada beberapa tanda alam yang harus diperhatikan untuk mencapai hasil yang maksimal saat mancing di laut. Dan yang terpenting adalah keselamatan diri pada saat mancing di laut. Beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti, matahari dan bulan, angin, ombak, dan awan, suhu air laut, dan kejernihan air laut. Jangan sungkan cari informasi untuk mengetahui keadaan cuaca, karena cuaca termasuk element penting kalau kita hendak melaut.

4. Menentukan lokasi dan jenis ikan yang akan dipancing. Kemampuan mencari spot mancing yang bagus, biasanya akan didapat dengan sendirinya seiring dengan banyaknya jam terbang dalam memancing. Ada beberapa tanda alam yang dapat kita gunakan sebagai petunjuk untuk menemukan spot-spot mancing yang bagus di laut lepas selain menggunakan teknologi tentunya seperti Depth Sounder atau GPS. Tanda-tanda alam tersebut seperti: burung laut, karang laut atau atol, jurang laut atau tubiran laut, gunung laut, dan sampah kayu.

Dengan bantuan rumpon kita akan lebih pasti untuk mendapatkan lokasi pemancingan yang ada ikannya. Rumpon adalah suatu benda yang sengaja dipasang oleh manusia di suatu perairan atau di laut yang berfungsi untuk mengumpulkan ikan sebelum dilakukan penangkapan atau pemancingan. Dengan adanya rumpon, kita tidak akan kesulitan mencari lokasi pemancingan. Disekitar rumpon kita dapat melakukan segala macam teknik pemancingan baik memancing di dasar, di lapisan tengah, maupun di permukaan.

Jika lokasi sudah ditentukan, pemancing harus melego jangkar supaya bisa memancing tepat di depan lokasi tandes. Jikalau tandes tersebut kecil, di mana biasanya kakap merah jumbo berada. Tandes ini sangat kecil mungkin 5mx5m, kalau tidak tepat berlabuh jangkar jangan harap bisa dapat ikan tersebut. Di sinilah melego jangkar memerlukan ketepatan. Melepaskan 2 plontang yang dipasang bendera, dan diikat dengan tali plastik sesuai kedalaman air, dengan pemberat timah 5 kg, di atas tandes tersebut. Dengan cara ini mempermudah melabuh jangkar.

5. Menguasai Teknik Mancing Dengan Baik. Selain beberapa faktor penting yang telah disebutkan di atas, pemancing juga harus menguasai teknik mancing untuk kelancaran trip mancingnya dan mendapatkan hasil pancingan yang baik. Teknik memancing yang digunakan dalam trip mancing harus sesuai dengan lokasi dan ikan yang ditargetkan, untuk itu pengetahuan akan hal ini diperlukan oleh setiap pemancing.

Teknik Menggentak Joran



Cara menggentak joran (strike) yang benar agar ikan dapat terkait terutama bila rangkaian yang digunakan memakai pelampung. Gerak menggentak joran dapat digolongkan sebagai gerakan yang refleks. Untuk itu latihlah gerak refleks tersebut, sehingga tangan terlatih untuk segera meraih joran.

Setelah ada isyarat dari pelampung atau kenur, seperti yang telah diurai di seksi sebelumnya. Raih joran dengan memegangnya pada pangkal joran tepat di dudukan ril penggulung, posisi jari telunjuk ada didepan gagang penggulung jari lain berada di belakangnya. Menggentak joran saat umpan dimakan ikan dapat menjadi sebuah gerak refleks bagi pemancing.

Gentakkan joran jauh ke arah belakang kepala secara cepat, usahakan jangan mengendurkan kenur dan baca gerak ikan dan mulailah mengajarnya. Gerak menggentak yang benar adalah dengan menggerakkan persendian lengan. Arah gentakan berlawanan dengan arah berupa garis lurus yang dibentuk kenur. Bila posisi lontaran umpan hanya sepanjang joran atau di depan lapak, gentakan bisa dilakukan ke arah atas atau ke samping kanan maupun kiri.


Pada posisi ekstrim, dimana umpan berada jauh dari posisi pemancing dan rangkaian yang digunakan adalah sistim pelampung ditambah lagi kedalaman air lebih dari 1 meter, maka gerak menggentak joran dilakukan sambil mundur beberapa langkah ke belakang atau dapat juga dengan cara menjatuhkan diri secara terlentang ke belakang. Hal ini di maksudkan untuk memperkecil kelebihan jarak akibat bentangan kenur.



(sumber : mancing)

Pemilihan Waktu Trolling


Musim dalam setahun, fase bulan, pasang surut air dan waktu dalam sehari mempunyai efek yang sangat menentukan untuk sukses tidaknya trolling yang dilakukan.



Musim

Musim berdampak pada berlimpahnya ikan disuatu tempat karena adanya migrasi ikan dari satu tempat yang dingin ke tempat yang lebih hangat seperti, tuna, tenggiri, dan beberapa spesies lainnya.

Di daerah dingin kelompok-kelompok ikan ini hanya bisa didapati pada musim panas saja untuk periode beberapa bulan saja dalam setahun. Trolling dengan target spesies-spesies ikan ini akan lebih baik bila dilakukan pada musim panas dibanding pada musim musim lainnya.

Siang – Malam
Beberapa jenis ikan akan sangat taat sekali mengikuti aktifitas waktu makannya. Biasanya aktifitas waktu makan akan sangat intensif di pagi hari dan berkurang intensifitasnya pada siang hari kemudian meningkat lagi pada sore hari sampai menjelang malam hari. Banyak pula spesies-spesies laguna dan beberapa tuna besar yang terus melanjutkan waktu makannya sampai malam hari.





Bagi pemancing, untuk melakukan trolling di malam hari sangatlah berbahaya. Tapi ada juga yang pernah membuktikan bahwa trolling dimalam hari dibawah sinar bulan yang terang dengan menggunakan lure yang berpendar/bercahaya (flourescene) bisa sangat menghasilkan.



Fase Bulan dan Pasang Surut Air
Waktu makan yang normal bagi ikan pada siang dan malam hari sangat ditentukan oleh pasang surut air. Ketika terjadi air pasang ada saat fajar dan saat menjelang malam merupakan waktu yang baik untuk trolling, dan hasilnya akan diatas rata rata.



Fase bulan berdampak pada berlimpahnya ikan dan pasang surut air. Saat bulan purnama juga biasanya diikuti oleh arus pasang yang kencang. Pada saat ini juga daerah yang sangat baik untuk melakukan trolling adalah disekitar sebaran-sebaran karang, karena pada saat ini ikan predator besar sedang aktif-aktifnya mencari makan.



Saat bulan purnama, dengan terangnya cahaya bulan akan menarik ikan kecil naik ke permukaan untuk mencari makanan. Fenomena naiknya ikan ikan kecil itu ke permukaan cenderung menyenangkan bagi ikan ikan predator yang menjadi target trolling.


Cuaca
Keadaan cuaca sangat mempengaruhi ikan dan pemancing. Cerah, tenang, panas/terang merupakan cuaca yang baik untuk trolling. Pada saat cuaca seperti ini pemancing bisa menggunakan beberapa jenis lure yang kecil, karena ikan dapat dengan mudah melihat pada air yang jernih.



Waktu yang terbaik untuk mancing trolling, biasanya disaat hujan dan berangin. Dicuaca hujan dan angin ini sebaiknya menguunakan lure yang lebih besar agar tidak terhalangi oleh air yang beriak.



Begitu juga jika trolling dilakukan ditengah hujan dengan angin yang kencang, sebaiknya gunakan lure yang terberat dan terbesar, dangan arah perahu melawan arah angin. Hal ini untuk menhindari terjadinya benturan antar tali yang bisa menyebabkan tali saling terpilin dan kusut akibat tiupan angin.



Kecepatan Trolling
Umpan alami yang dipergunakan saat trolling tidak bole ditarik denan kecepatan tinggi lebih dari 5 knot. Sementara beberapa type artificial lure dapat ditarik dengan kecepatan diatas 5 knot. Beberapa jenis lainnya akan melompati permukaan air jika beratnya kurang dalam kecepatan diatas 5 knot.



Keuntungan menarik umpan/lure dengan kecepatan tinggi adalah apabila ikan memakan lure maka dengan sendirinya kail yang ada pada lure akan menancap pada mulut ikan, jadi pemancing tinggal memainkan drag pada reelnya dengan baik, sambil menarik ikan kearah boat.


Jika trolling diantara rombongan tuna atau rombongan ikan jenis lainnya, sebaiknya terapkan kecepatan antara 6-12 knot untuk mendapatkan gigitan ikan yang lebih baik dan sering.

Ketika trolling melintasi lautan terbuka, kecepatan tinggi bisa dilakukan dalam upaya mencapai daerah karang berikutnya. Sealin itu juga untuk mendapatkan kesempatan bertemu dengan ikan ikan yang terpisah dari rombongannya.

Kecepatan rendah sangat dianjurkan (dibawah 5 knot) bila trolling dilakukan di laguna ataupun disekitar sebaran sebaran karang, sebab ikan didaerah ini cenderung berdiam di hatitatnya karena ikan didaerah ini masing masing mempunyai daerah territorial sehingga tidak akan mengejar lure yang terlalu jauh dari sarangnya. Selain itu juga ikan ikan daerah karang bukanlah perenang cepat.

Faktor Manusia
Terakhir dan mungkin yang paling mempengaruhi trolling adalah pilihan pemancing terhadap alat yang akan dipakainya dan cara trolling yang akan dilakukan. Semua pilihan adalah merupakan kesukaan orang perorang, sebab manusia cenderung bersifat sebagai pemilih. Jadi semua pilihan itu akan kembali pada suka atau tidak suka pemancing terhadap apa yang akan dilakukannya.

(mancing-soroako)

Teknik Melawan Ikan Saat Strike



Memancing akan terasa sangat mengasyikan ketika terjadi strike oleh ikan besar. Tetapi tidak jarang kita gagal untuk mengangkat ikan tersebut ke daratan alias lepas. Menaklukkan ikan (fight) adalah saat yang paling kritis, gerakan ikan yang berontak dapat melebihi kekuatan kenur sehingga dapat menyebabkan kenur putus.

Oleh karen itu selain tentunya piranti yang memadahi, juga diperlukan teknik khusus ketika terjadi strike ikan besar. Meskipun kadang keberuntungan juga menentukan.

Pertama kali yang harus kita lakukan ketika terjadi strike adalah, posisikan joran tetap tegak dan gulung reel secepat mungkin. Pemancing harus ekstra hati-hati terhadap gerakan tiba-tiba ikan yang berontak. Setelah itu atur setingan drag pada reel, jangan sampai terkunci penuh supaya kenur dapat terulur saat ikan kembali menjauh. Hal ini dilakukan agar senar tidak terlalu terbebani sehingga tidak mudah putus.

Tidak perlu terburu-buru saat meng-konter perlawanan ikan, lakukan dengan sabar dan gunakan perasaan dalam menghadapi perlawanannya. Jangan berusaha melawannya bila ikan masih berontak, mainkan saja dengan hati-hati hal ini bisa membuat ikan kehabisan tenaga.

Kesabaran juga dibutuhkan ketika fight, karena jika kita bernafsu untuk menaikkan ikan, yang terjadi justru ikan dapat terlepas atau putusnya senar. Ketika menaikkan ke daratan, siapkan dulu jaring atau peralatan yang lain untuk membantu menaikkan ikan. 


(berbagai sumber)

Tips Membuat Minnow Sendiri



Minnow merupakan lure yang biasanya berbentuk menyerupai ikan yang cara penggunaannya biasa disebut casting. Membuat minnow sendiri memang memiliki kepuasan tersendiri, walaupun bentuknya memang tidak sesempurna minnow yang dijual di toko-toko pancing, tapi saat minnow yang kita buat berhasil mengait pada ikan-ikan target pancingan, rasa bangga dan kepuasan yang luar biasa akan diperoleh si pemancing.

Berikut ini beberapa langkah membuat minnow sendiri:

Bahan-bahan

1. Kayu, sebaiknya jenis kayu yang ringan, mudah diserut dan berserat halus (kayu pinus, damar, randu, dll)

2. Kawat, pemilihan kawat harus disesuaikan dengan target dan tempat memancing, umumnya menggunakan kawat tahan karat, seperti kawat nikelin soft (tunggal bukan serabut).

3. Lem, gunakan lem yang kuat (lem alteco, lem “J”, lem epoxy, dll)

4. Cat, bisa menggunakan cat akrilik (untuk melukis) dengan sedikit air untuk mengencerkan cat.

5. Clear, bisa menggunakan clear+anti gores (campuran antara clear/urethane clear dan hardener), ataupun jenis clear lainnya, bisa juga jenis semprot (pilox).

6. Plat plastik (lidah), usahakan yang cukup tebal (2-3mm), keras tapi lentur (tidak mudah pecah kalau menghantam karang/media keras lainnya, dan cukup transparan. Ada juga yang menggunakan seng/lempengan baja.

Peralatan

· 1. Gergaji besi, gunakan gergaji yang masih baru/tajam sehingga akan memudahkan proses pengerjaannya.

· 2. Cutter/pisau/tatah, untuk menyerut gunakan yang tajam, cutter adalah pilihan terbaik.

· 3. Kuas/alat airbrush, untuk yang menggunakan kuas pilihlah yang berbulu halus sehingga memudahkan dalam membuat gradasi, sediakan berbagai ukuran.

· 4. Amplas (kasar dan halus), sudah cukup jelas fungsinya yaitu meratakan permukaan.

· 5. Tang kecil (ujung lancip), membantu menekuk kawat dan juga untuk menjepit minnow saat pewarnaan.

· 6. Klem, digunakan untuk menjepit balok kayu disaat penggergajian, sehingga hasilnya akan lebih maksimal.

(Untuk jaga-jaga siapkan obat-obatan untuk penanganan pertama seandainya tangan kita terluka terkena benda tajam)

Cara Membuat

1. Siapkan balok kayu yang akan dibuat menjadi minnow, kemudian gambar pada salah satu sisinya dengan bentuk dan ukuran (penampang sisi samping minnow) sesuai keinginan. Buat juga garis (sebagai acuan pada waktu menggergaji) pada bagian bawahnya dari arah depan hingga belakang (untuk memasukkan kawat) dan pada bagian depan bawah yang diteruskan dari samping bawah menyerong ke atas (untuk tempat memasukkan lidah dari plastik), kemiringan garis sesuai selera disesuaikan dengan kedalaman minnow yang diinginkan ataupun tanpa menggunakan lidah jika mengingikan jenis minnow floating (hanya menyelam +- 10 cm dari permukaan air).

2. Sebelum menyerut kayu, gergajilah menggunakan gergaji besi pada garis yang telah dibuat sebelumnya. (serbuk gergajian jangan dibuang, dapat dimanfaatkan untuk menutup/menambal bekas gergajian setelah kawat dimasukan).

3. Untuk memudahkan serutlah bagian luar gambar penampang terlebih dahulu dengan menggunakan Cutter kemudian bentuk menjadi 3 dimensi pada bagian sisi tajamnya sehingga menjadi bentuk minnow yang dikehendaki.

4. Setelah penyerutan kayu selesai haluskan permukaan kayu menggunakan amplas kasar terlebih dahulu dan setelah dirasa cukup, baru menggunakan amplas halus.

5. Bentuklah kawat menjadi sesuai dengan panjang minnow dan banyaknya lengkungan juga disesuaikan dengan banyaknya tribel yang nantinya akan digunakan, sedangkan jarak antara lengkungan sebaiknya diukur dengan panjang dua tribel yang sedikit dilebihkan, sehingga pada waktu tribel terpasang nanti tidak saling bersinggungan (ukuran tribel disesuaikan dengan ukuran minnow, tribel juga difungsikan sebagai pemberat sehingga pemilihan ukuran dan jarak pemasangan mempengaruhi keseimbangan serta gerak minnow).

6. Masukkan kawat kedalam irisan yang sebelumnya dibuat, kemudian oleskan sedikit lem di dalamnya, tekan dan tunggu hingga kering kemudian tutup rongga dengan serbuk gergajian sampai tertutup rapat, bubuhkan kembali lem secukupnya sampai meresap (bisa juga menggunakan irisan kayu untuk menutup ronggganya).

7. Setelah lem mengering, rapikan kembali bagian penampang bawah dengan menggunakan cutter dan amplas.

8. Setelah seluruh bagian pemukaan benar-benar halus mulailah melakukan pengecatan dasar menggunakan warna putih sampai pori-pori kayu tertutup, biasanya 2-3 kali pengecatan dan tunggu sampai kering. Kemudian warnailah minnow sesuai selera (usahakan bagian atas lebih gelap, tengah cerah/muda, bawah sedikit kemerahan atau sedikit lebih gelap dari warna tengah).

9. Setelah pengecatan selesai berikan aksentuasi dengan motif dan mata (bisa menggunakan mata 3d dan dipasang setelah selesai finishing dengan clear).

10. Langkah selanjutnya adalah melakukan finishing menggunakan clear dan keringkan di bawah sinar matahari (bisa dengan dicelupkan sampai beberapa kali/dirasa cukup).

11. Dan langkah terakhir memasang lidah dari plat plastik yang sebelumnya telah dibentuk, seandainya lidah terhalang kawat dan direkatkan dengan lem supaya kuat, seandainya rongga kurang lebar bisa diperlebar menggunakan cutter atau amplas kasar (hati-hati dalam memperlebar karena jika arah sayatan tidak tegak lurus dengan posisi minnow akan mempengaruhi tarian di dalam air).

12. Minnow buatan anda siap digunakan, selamat mencoba.

Catatan:
Penggunaan cat akrilik cukup sulit untuk menghasilkan efek gradasi yang maksimal, cat ini dibuat untuk pemukaan media yang cenderung kasar (kanvas).

Ukuran dan posisi kemiringan lidah sangat mempengaruhi gerakan minnow (terutama kedalaman menyelam). Gunakan penggaris siku untuk membuat garis bantu penggergajian.

Untuk memberi efek glow (menyala di dalam gelap) adalah dengan cat pernis atau dengan menambahkan bubuk fosfor kedalam cat yang akan digunakan. Sebelum penggunaan minnow (yang telah dilumuri dengan fosfor) letakkan beberapa saat di bawah sumber cahaya, bisa berupa sinar matahari atau cahaya lampu senter di waktu malam.



Sumber : (berbagai sumber)