• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Rabu, 10 September 2014

Umpan Hidup Untuk Ikan Mas

Umpan hidup atau alami yang khusus untuk ikan mas adalah makanan alaminya di habitat aslinya bukan pada saat pembudidayaan. Kegemarannya mengaduk lumpur pada dasar air adalah untuk mencari biota hidup yang jadi makanannya. Umpan hidup yang baik untuk dipakai adalah yang masih hidup sedang untuk umpan alami berasal dari umpan hidup atau makanan alami lainnya yang digunakan pada saat masih hidup ataupun mati namun hanya murni umpan alami itu saja, misalnya udang yang telah dikupas kulitnya.

Umpan alami ikan mas meliputi hewan dan tumbuhan. Diantaranya yang disukai contohnya adalah jenis lumut (algae), beberapa jenis cacing, udang kecil, ikan-ikan kecil sebangsa cere, keong yang menempel pada tumbuhan air, sejenis kerang air tawar, larva serangga maupun serangga itu sendiri. Beberapa serangga terbang dan melata yang terkadang jatuh pula ke air yakni ulat bambu, uter, ulat daun pisang, lebah, larva lebah dan larva semut (semut rangrang) di sebut kroto. Penyajian umpan hidup diusahakan mengikuti bentuk umpan namun dikaitkan pada mata kail secara benar agar umpan tersebut dapat hidup lama di dalam air. Penempatannya bisa di permukaan, di tengah dan di dasar air.
Beberapa umpan hidup yang efektif untuk memancing ikan mas adalah cacing merah, cacing sawah (lur)dan kroto. Pemasangan cacing pada mata kail sangatlah mudah, pegang cacing dengan jari kiri lalu dengan tangan kanan tusukkan cacing pada badannya dekat kepala (anggap cacing mempunyai kepala dan ekor) ikuti bentuk kail dan keluarkan ujung mata kail pada badan dekat ekornya sehingga tampak seekor cacing menjuntai di kail anda. Bila terlalu panjang cacing dapat dipotong terlebih dahulu. Untuk kroto, carilah larva putih yang sudah berbentuk semut (yang berbentuk beras dicampurkan ke umpan buatan) untuk satu kail bisa 2 atau 3 ekor sekaligus. Tancapkan kail sampai tembus pada bagian dadanya. Kroto atau larva semut ini jangan dipegang terlalu keras karena jika terpencet cairannya akan keluar sehingga bentuk semut akan kempes seperti potongan plastik dan jadi tidak berguna lagi.



(docstoc)

Tips Memilih Joran (Rod)

Joran merupakan salahsatu piranti utama yang digunakan dalam kegiatan memancing. Dalam memilih joran yang akan digunakan untuk trip mancing anda pun tidak bisa sembarangan. Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti: joran patah, kurang pas untuk teknik mancing yang anda gunakan, tidak nyaman dipakai, maka perlu adanya pengetahuan yang lebih luas dalam memilih joran sebelum anda pergi memancing. Berikut ini beberapa hal perlu diperhatikan dan tips dalam memilih joran yang mungkin bisa membantu dan menambah wawasan anda dalam menentukan joran pancing yang anda pilih.

Hal Yang Perlu Diperhatikan
Dalam pemilihan joran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum anda memutuskan untuk membeli sebuah joran pancing, yaitu:

1. Berat Joran
Berat joran ini juga mesti jadi perhatian kita. Joran fiberglass itu kuat, tapi cukup berat, sedang joran carbon itu ringan tapi lebih mudah patah dibandingkan dengan joran fiberglass. Tapi untuk teknik casting sebaiknya memilih joran yang ringan agar tidak membuat kita mudah lelah.

2. Handle / Grip
Handle ini pada dasarnya ada 3 jenis, yaitu handle pendek, medium dan panjang. Joran yang pendek ini, biasanya dipakai untuk single-hand casting (casting dengan 1 tangan), dan yang panjang untuk double-hand casting (casting dengan 2 tangan). Sedang yang medium, biasanya untuk single-hand casting tapi posisi ujung joran yang lebih panjang ini akan membantu kita menahan beban joran, terutama saat fight dengan ikan. Selain itu, pada handle ini terdapat apa yang disebut dengan “reel sheet” alias dudukan reel. Kita harus tahu dulu, reel apa yang akan kita pakai. Kalau kita mau pakai Spinning Reel, joran juga harus disesuaikan, demikian juga kalau kita mau pakai bait reel.

3. One piece rod / Joran casting
Joran casting terbaik, sebenarnya adalah joran yang cuma 1 batang saja, alias tidak sambungan. Tapi, untuk joran panjang lebih dari 1,8 meter, agak sulit rasanya kalau kita memaksa memakai yang “one piece” itu. Nah, untuk joran panjang, akan lebih baik kalau kita memilih yang 2 pieces untuk panjang joran sekitar 3 m, atau 3 pieces untuk joran yang lebih panjang lagi.

4. Fast Tapper, Slow Tapper
Joran itu secara garis besar ada type yang Fast Tapper dan juga Slow Tapper. Isitilah tapper ini seperti kecepatan action di joran dalam merespon gerakan kita saat kita menghentak joran pada waktu “hit” atau lure disambar ikan. Joran fast tapper ini cenderung keras di bagian pangkal sampai ke bagian tengah joran, baru agak lemas/lentur di ujungnya, sedang yang slow tappercenderung lentur mulai dari ujung joran dekat handle/grip. Joran fast tapper cenderung lebih mudah dipakai, karena dengan joran ini kita bisa casting lebih jauh dan respon joran saat kita gentak juga cukup cepat.

Tips
Ada beberapa tips yang bisa anda terapkan dalam memilih joran ketika anda hendak memancing, antara lain:

1. Tentukan dimana lokasi anda akan memancing, menentukan pilihan joran pancing. Jika anda akan memancing di laut, lebih baiknya anda memilih joran yang biasa tergabung dengan reel didalamnya. Bisa yang include atau bisa anda cari secara terpisah. Mengapa? karena lokasi laut membutuhkan senar (benang pancing) yang panjang. Jadi anda perlu tempat untuk senar (benang pancing) anda. Di sisi lain, sifat ikan yang perlu fight untuk mengangkat ke permukaan. Bayangkan jika senar (benang pancing) anda panjangnya hanya sebatas panjang joran anda?

2. Pilihlah jenis joran batangan jika lokasi memancing ada di sungai-sungai dangkal, kolam pancing, maupun di tepi-tepi danau. Hal ini untuk memudahkan anda dalam menghandle joran pancing. Tidak ada aturan memang untuk menggunakan jenis joran ini di tempat-tempat tersebut. Namun, banyak pendapat dari pemancing yang enjoy/lebih senang menggunakan jenis joran batangan ini. Kembali ke kenyamanan anda masing-masing. Untuk memancing di kolam pancing biasanya orang memilih joran / stick yang sangat lentur sehingga ketika ikan memakan umpan kita dengan gampang membetot / menyentakan pancingan dengan ringan sehingga mulut ikan sobet dan kail tercantel dengan kuat.

3. Jika memilih joran dengan tempat senar (benang pancing) sebagai jalanya benang pancing dari reel, pilihlah yang mempunyai dasar berlapis keramik. Mengapa? karena jika terjadi gesekan pada saat terjadi Fight, kemungkinan tali pancing (senar) putus akan berkurang. Lain halnya jika anda memilih cincin tali pancing yang berdasar besi atau logam-logam lain yang mudah berkarat. Hal ini bisa membuat tali pancing anda putus karena gesekan yang terjadi.

Ada 2 jenis reel yang bisa Anda gunakan:

a). Spinning Reel
Kelebihannya adalah bisa dengan cepat menggulung kenur, jarang terjadi trouble dengan kenur seperti “lash-back”, cukup mudah casting jauh meski lurenya ringan. Kekurangannya adalah kalau kenur tidak kencang maka akan mudah keluar dari spool semaunya sendiri, resiko ruwet besar, tidak terlalu mampu menahan beban berat.

b). Bait Reel
Kelebihannya adalah lebih kuat saat kita menggulung benang / fight dengan ikan, kenur tidak mudah melintir. Intinya, reel ini kuat dalam hal menahan beban. Kekurangannya adalah reel ini menggulung kenur dengan lebih lambat dibanding dengan spinning reel, kalau lurenya ringan agak sulit casting jarak jauh, ada resiko “lash-back” alias, kenur menggulung terbalik di spoolnya.

4. Diameter dari joran juga tidak kalah pentingnya dalam penentuan ini. Karena joran dengan diameter besar, sangat tidak nyaman di pegangan ketika tangan sang pemancing lebih kecil. Hal tersebut juga perlu anda perhatikan dalam lokasi mancing anda. Jangan memilih joran dengan diameter kecil (untuk anak anda) jika lokasi memancing anda adalah di lautan dengan target ikan-ikan besar.

Tips Merawat Joran Tegek

Tips Merawat Joran Tegek
1. Perkuatan pada ujung ruas
Masalah perkuatan pada ujung ruas (wrapping) sudah pernah dibahas ini mutlak dilakukan untuk joran tegek, yang mana setiap ujung masing-masing ruas belum ada perkuatan. Pada umumnya tegek sudah diberi penebalan disetiap ujung ruas tapi itu tidak mencukupi, beberapa kali saya melihat tegek yang lolos karena ruas bawahnya pecah akibat belum diikat. Sehingga cuma meninggalkan bonggolnya.

2. Kebersihan sewaktu memancing
Masalah kebersihan adalah salah satu penyumbang terbesar rusaknya tegek. Mungkin rekan-rekan sudah mengetahui bahwa satu butir pasir yang terjepit diantar ruas-ruas tegek akan menjadi penyebab tegek pecah. Pasir yang halus (apalagi kwarsa yang berbentuk seperti kaca) akan mengiris permukaan tegek dengan mudahnya begitu terjepit antara ruas-ruas tegek waktu memasukkan atau mengeluarkan ruas-ruas tegek, hal ini sering terjadi pada angler yang suka memendekkan ruas joran waktu mengganti umpan. Jangan sekali-kali meletakkan diatas permukaan pasir karena sudah dipastikan butiran pasir akan lengket dipermukaan tegek dan beresiko membuat goresan pada tegek. Begitu juga sisa-sisa nasi lumat pada joran secara akumulatif membuat penebalan pada ruas joran.

3. Biasakan meng-set joran dalam keadaan penuh (full) sewaktu setting
Seperti yang telah diuraikan di atas kebiasaan memanjangkan dan memendekkan joran pada waktu menset umpan, melepaskan ikan dari pancingan memperbesar kemungkinan rusaknya tegek. Selain pasir, sisa kenur yang tertinggal diantara ruas tegek akan membuat joran meledak jika dipaksakan membuka ruas. Hal ini benar-benar pernah terjadi. Memanjangkan dan menutup joran juga akan menyebabkan bagian bawah masing-masing ruas menjadi aus bahkan pecah. Bahkan penutup bawah joran dapat jebol.

4. Membuka masing–masing ruas sewaktu membersihkan joran
Hal ini adalah yang paling membosankan, biasanya sewaktu pulang hanya ada beberapa angler yang membersihkan joran setelah dipakai. Kebanyakan begitu pulang joran lansung digeletakin. Membuka masing2 ruas dan membersihkan joran dengan air sabun adalah hal yang sangat tepat dilakukan kalau joran mau awet. Begitu juga jangan memasukkan masing-masing ruas dalam keadaan basah karena air yang tertinggal didalamnya tidak akan kering bahkan dalam waktu berbulan-bulan. Jadi waktu mengeringkannya biarkan dalam keadaan terbuka. Ada sejenis jamur yang bisa tumbuh dan menimbulkan gatal jika bersentuhan dengan kulit.

5. Membuat sekat karet pada alas tutup joran bagian dalam
Kelihatan sangat sederhana, tapi sangat bermanfaat sekali. Potonglah bekas sandal jepit atau busa keras sesuai dengan diameter dalam bagian joran terbawah (kalau bisa ngepas dan agak sempit) sebelum memasang tutup joran. Hal ini akan mencegah masuknya pasir sewaktu mancing dan menghindari benturan langsung antara ruas joran dan tutup joran (yang tebuat dari Plastic atau Alumunium), sehingga resiko pecahnya tutup joran dengan ruas masing terbawah yang mengakibatkan tutup nya pecah atau sebaliknya dapat dihindarkan.

6. Tutup karet untuk proteksi tutup joran terbawah
Tutup plastik joran yang asli kebanyakan hilang karena kelalaian masing-masing angler, biasanya aus atau pecah dan lama-lama hilang. Oleh karena itu saya membiasakan memasang cover karet yang diperuntukkan untuk alas kursi, sehingga tutup aslinya terlindungi dan terjaga. Sehingga waktu me-neger (mensetting joran dengan menjepitkan pangkal joran diantara batu) tutup asli joran tetap terproteksi. Dan sifat karet lebih menggigit daripada tutup asli yang terbuat dari plastik atau alumunium.

Demikianlah uraian singkat saya mudah-mudahan dapat menjadi masukan buat rekan-rekan yang lain



(Budiman – Fishyforum)

Teknik Mancing Surf Casting

Surf Casting adalah teknik mancing yang dilakukan dari pinggir pantai, teknik dasarnya hampir sama dengan teknik mancing casting yaitu melemparkan umpan sejauh-jauhnya hanya saja pada teknik ini umpan dibiarkan mendarat dan tinggal di tempat umpan tersebut jatuh. Di Indonesia teknik mancing seperti ini lebih dikenal dengan sebutan mancing pasiran.

PERALATAN SURF CASTING

1. Reel
Reel yang biasa dipakai untuk Surf Casting adalah reel spinning dengan ukuran diatas 4000. Ciri-cirinya adalah memiliki bentuk spool yang panjang dan dangkal, dan juga memiliki system wormshaft agar gulungan senar bisa tertata rapi di spool.

2. Joran
Pada umumnya joran yang digunakan adalah jenis joran antena/teleskopik dengan panjang 3m-5m. kelebihan joran teleskopik ini adalah mudah dibawa-bawa karena joran teleskopik bisa diulur menjadi panjang atau dipendekan.

3. Senar
Monofilament yang memiliki diameter antara 0.30-0.40mm, sedangkan untuk ukuran leader yang dipakai harus diatas ukuran monofilament linenya.

4. Timah (pemberat)
Berat timah yang digunakan biasanya antara 80gr-100gr. Tujuan penggunaan timah ini adalah untuk menjaga agar umpan tidak bergerak kesana kemari terbawa ombak.

5. Umpan
Pada umumnya umpan yang digunakan adalah irisan ikan, cacing laut atau kerang-kerang yang ditemukan di pesisir pantai. Menurut para sebagian pencinta Surf casting di Yogya pemakaian umpan disesuaikan dengan target untuk ikan gatho menggunakan undur-undur, ikan bojor dan ikan garon menggunakan udang kupas, untuk ikan pari menggunakan serni yaitu semacam belut laut, kepiting pantai yang dipotong kakinya juga bisa dijadikan umpan untuk ikan caru. Cacing lur target bisa bermacam-macam ikan, bojor, ikan megan, ikan taking, ikan caru, surung, garon, singgreng, ekor kuning, dll. Selamat mencoba

Tips Memilih Reel


Reel atau penggulung senar merupakan salah satu bagian penting dari perlengkapan memancing yang juga harus diperhatikan penggunaannya. Fungsi Reel adalah memudahkan pemancing menarik ikan atau melempar umpan. Selain teknik apa yang akan digunakan saat memancing, hal lain yang juga harus diperhatikan dalam memilih reel adalah ukurannya. Bagaimana dan apa yang harus diperhatikan dalam memilih reel pancing? Berikut ini beberapa tips yang dapat diterapkan dalam memilih reel pancing, antara lain:

Memperhatikan Kualitas Drag System Reel Pancing
Sistem drag pada spinning reel adalah salah satu aspek yang paling penting dari reel itu sendiri. Drag bertanggung jawab untuk memberi tekanan kepada ikan yang terpancing dan membiarkan senar keluar selama pertempuran. Tanpa drag halus berkualitas tinggi risiko senar putus dan kehilangan ikan selalu menjadi kemungkinan tertinggi. Selalu pastikan bahwa reel yang akan anda beli memiliki drag yang mulus, non-konstriktif. Senar harus tertarik keluar dengan mantap dan tanpa ragu-ragu pada keketatan yang anda set.

Ada dua jenis sistem drag tersedia pada spinning reel: drag depan dan belakang. Ini pada dasarnya merupakan lokasi kontrol drag, meskipun ada sejumlah perbedaan antara keduanya. Front sistem drag fitur umumnya lebih besar, dengan beberapa drag washer yang menawarkan peningkatan daya tahan dan kinerja dibandingkan dengan model drag belakang. Rear drag lebih mudah dikontrol untuk mengakses (terutama ketika pertempuran dengan ikan) namun tidak terlalu bagus untuk spesies ikan besar, tergantung kondisi target pemancing.

Untuk popping gunakan drag tinggi di atas 10 kg. Hal ini untuk mencegah ikan masuk ke dalam karang, di mana spot-spot popping yang akan kita jumpai biasanya merupakan karang atau batu mandi, baik di tengah laut maupun pinggiran pantai.

Memilih Ukuran / Size Untuk Reel Pancing
Memilih ukuran yang benar dari reel bisa menjadi membingungkan. Untuk sebagian besar aplikasi, sepuluh pound test line harus menjadi kekuatan dan ketebalan tertinggi yang ditaruh dalam spinning reel (ini tidak berlaku untuk ikan air asin atau skenario trolling berat). Semakin kecil line yang akan dipakai, semakin kecil reel yang akan digunakan. Pastikan bahwa reel yang akan Anda beli disamakan ratingnya dengan pound-test senar yang ingin Anda gunakan. (Informasi ini dapat ditemukan pada spool reel itu sendiri)

Misalkan untuk reel Shimano :

· Untuk lightcasting bisa memilih dari ukuran 1000-4000 tergantung dari line yang akan dipakai.

· Untuk surfcasting atau mancing di pinggir pantai bisa mulai dari ukuran 5000-8000 bahkan 10000 tergantung dari line yang akan dipakai. Juga ada spek yang khusus untuk surfcasting dengan ciri spool yang dangkal dan lebar.

· Untuk light popping, jigging dan mancing dasar di laut bisa memilih ukuran 6000 sampai 10000.

· Untuk heavy jigging dan popping gunakan kelas 12000-20000 tergantung kebutuhan.

Perbandingan Gear Ratio Reel Pancing
Gear rasio mengacu pada berapa banyak putaran lengkap pada spool untuk membuat dengan tepat satu putaran handle. Sebuah contoh dari rasio roda gigi akan 3:1 – spool berputar tiga kali untuk setiap kali Anda memutar pegangan.

Ini dianggap putaran reel yang lambat krn tidak banyak senar yang diambil selama proses pemutaran. Manfaatnya adalah bahwa gulungan memberikan torsi lebih untuk mancing ikan besar. Sebuah rasio 6:1 dianggap kecepatan tinggi. Tergantung pada gaya memancing Anda, high, slow atau medium speed rate yang diperlukan.

Jika Anda hanya dapat memilih satu reel spinning, cobalah untuk memilih model kecepatan sedang (4 – 4.5:1). Namun, jika Anda mampu beli lebih dari satu reel, pilihlah yang high speed dan slow speed untuk mengcover semua keadaan. Untuk jigging dan mancing dasar biasanya menggunakan rasio di bawah 4,9:1 untuk popping dan casting gunakan rasio 5,0:1 ke atas.

Tipe Reel Pancing Yang Perlu Diketahui
Beberapa type reel menuliskan angka-angka 1000, 2000, 3000 hingga 20000 yang berarti kelas dari reel tersebut. Angka 1000 mengartikan bahwa reel tersebut berada pada kelas 1000gram/1 Kg dengan demikian drag maksimum yang dimiliki reel tersebut adalah 1 kg meskipun tidak semua reel demikian.

Drag adalah kemampuan reel menahan tarikan dari ikan, jika tarikan ikan melebihi drag maka spool reel akan berputar balik dan senar akan terulur keluar, sebaiknya jangan menyeting Drag sampai mati atau maksimal karena bisa merusak gear di dalam reel atau malah anda yang akan tercebur ke laut sebab tubuh anda yang jadi penahan.

Pentingnya Komponen Ball Bearing di Reel Pancing
Spinning reel dilengkapi ball bearing atau Bushings yang ditempatkan dalam badan untuk kelancaran, dukungan dan stabilitas. Kebanyakan spinning reel juga berisi bantalan roll dalam roller line. Lebih banyak ball bearing maka putarannya akan lebih halus. Sealed stainless steel bearing lebih disukai dari pada bushing untuk tambahan ketahan dan kontrol)

Pilih reel dengan ball bearing paling banyak bila anda mampu. Minimal, dapatkan reel dengan setidaknya empat ball bearing. Tidak ada yang lebih buruk daripada memiliki reel yang tidak bekerja dengan baik, atau tidak halus pada waktu menggulung, jadi cobalah untuk tidak terlalu irit saat sampai ke bagian pembelian reel ini.

Anti-Reverse Handles Pada Reel Pancing
Anti-reverse handles adalah prasyarat ketika mencari spinning reel sempurna. Fungsi ini hanya berarti bahwa handle tidak akan berputar balik yang berarti bahwa set hook akan lebih kuat dan akurat karena kurangnya “main” di pegangan reel. Kalo masih ada putaran balik mendingan cari reel lainnya.

Spool Dalam Reel Pancing Anda
Spool pada spinning reel memainkan peran yang penting, tidak hanya untuk memegang senar, tetapi juga untuk jarak lemparan dan kehalusan. Kebanyakan spool saat ini ada di jenis aluminium anodized atau grafit; grafit akan menjadi lebih ringan dari dua bahan, meskipun spool aluminium akan menawarkan kekuatan yang lebih besar dan daya tahan.

Adapun jenis desain spool, ada dua gaya dasar : spool internal atau skirted spool. Spool internal adalah bagian dari masa lalu, meskipun beberapa produsen masih memiliki model yang tersedia untuk dijual; sederhana dalam desain, salah satu cacat adalah senar dapat menjadi tersangkut dalam housing reel tersebut. Variasi baru ini membantu dalam menghilangkan masalah tersebut.

Desain menarik lainnya adalah long cast spool. Banyak seperti namanya, spool ini lebih dangkal dari biasanya, tapi lebih panjang. Spool yang panjang mengurangi gesekan senar, sehingga meningkatkan jarak casting untuk pemancing.



Teknik Melontar Umpan


Memahami cara melontar umpan adalah teknik dasar pertama yang sebaiknya dikuasai pemancing Ikan Mas. Umpan harus jatuh pada titik yang sama dengan titik yang telah diberi umpan penebar (bom). Semakin banyak umpan dilontarkan akan semakin baik titik lontaran (hotspot) yang sedang dibangun. Pemancing juga perlu tahu tempat-tempat potensial pada area pemancingan yang baik untuk dijadikan hotspot.

Kalau perlu latihan saja dulu cara melontar umpan yang benar di empang harian. Setelah mulai sedikit menguasai, bergabunglah dengan pemancing lain, lihat bagaimana pemancing lain melontar umpan. Dengan menguasai cara melontar umpan mancing Ikan Mas yang baik akan membuat titik binaan akan semakin potensial menghasilkan sambaran.

Untuk teknik dasarnya dapat dipelajari caranya di bawah ini:
Mula-mula atur pegangan tangan tepat pada gagang joran di mana ril duduk. Cara memegang joran dengan baik berguna pada saat nanti menggentak dan ketika menaklukkan ikan, tenaga tangan akan lebih mudah disalurkan secara optimal. Kesalahan memegang joran pada pegangan bagian pangkal ujung malah menjadikan beban tarikan semakin bertambah berat. Untuk lemparan yang dekat pemancing cukup mengayunkan umpan saja tanpa sabetan joran, kemudian arahkan umpan ke tempat yang di tuju teknik ini dinamakan under arm cast/ lontaran jarak dekat.

Cara melontar umpan jarak dekat (under arm cast):

· Buka bail arm tahan kenur dengan ujung telunjuk.
· Arahkan ke tempat yang dituju.
· Sambil tangan bergerak ke arah depan, lepaskan kenur yang ditahan ujung telunjuk dan lontarkan umpannya.

Teknik lontaran atas kepala (over head cast):

· Buka kawat pengaman ril (Bail Arm) dan tahan kenur dengan jari telunjuk.
· Pegang joran lurus ke depan searah badan, arahkan mata ke titik tempat jatuhnya umpan.
· Gerakkan joran dengan gerakan siku ke arah belakang sehingga umpan turut pula mengayun ke belakang.
· Bila saat itu masih ragu, gerakan joran kembali kedepan. Kembali ayunkan umpan ke belakang dengan menggerakkan joran lurus dengan kepala.

Saat umpan terayun ke belakang, lontarkan umpan bersamaan dengan arah balik ayunan umpan ke depan dengan gaya seperti menyabet dengan joran, jangan lupa melepas kenur yang tadi ditahan dengan jari.

Bila gerakan dilakukan secara benar maka siapapun pemancingnya tak akan kecewa dengan hasil lontaran, berlatihlah terus hingga dirasa telah cukup.



(Sumber : mancinginfo)

Teknik Pembenihan Ikan Koan

Grass Carp (Ctenopharyngodon idella) atau lebih dikenal dengan ikan koan, berasal dari China bagian timur dan USSR. Ikan ini didatangkan ke Indonesia (Sumatera) pada tahun 1915. Pada tahun 1949 didatangkan ke Jawa dengan tujuan untuk dibudidayakan. Ikan Grass Carp atau ikan Koan merupakan herbivora yang hidup di air tawar. Ikan jenis ini memakan tumbuhan air seperti Hydrilla sp., Salvinia, rumput-rumputan dan tumbuhan air lainnya, sehingga ikan jenis ini dapat dipakai sebagai ikan pengendali gulma air baik di kolam maupun diperairan umum.

BIOLOGI

Secara sistematis ikan grass carp termasuk dalam kelas Osteichthyes, ordo Cyprinipormes, famili Cyprinidae. Ciri-ciri fisik ikan ini adalah warna abu-abu gelap kekuningan dengan campuran perak kemilau, badan memanjang, kepala lebar dengan moncong bulat pendek, gigi paringeal dalam deretan ganda dengan bentuk seperti sisir.

Ikan grass carp dapat mencapai ukuran panjang maksimal 120cm dan bobot tubuh 20 kg. Induk ikan grass carp sudah dapat memijah pada umur 3 s/d 4 tahun dengan berat betina mencapai 3 kg dan jantan 2 kg. Pemijahan biasanya terjadi pada musim penghujan.

PEMBENIHAN

Pemeliharaan Induk
Induk-induk dipelihara di kolam dengan kepadatan 0,2 s/d 0,3 kg/m2. Selain diberi pakan tumbuhan air atau rumput-rumputan juga diberi pakan buatan berupa pellet sebanyak 1% dari berat total populasi dengan berat frekuensi pemberian sebanyak 2 kali per hari. Induk ikan grass carp dapat dipijahkan setelah berumur 1 tahun dengan berat 2 – 2,5 kg.

Tanda-tanda Induk matang gonad :

Betina : Perut mulai bagian dada sampai ke arah pengeluaran menbesar, bila ditekan terasa lembek, lubang kelamin agak kemerahan dan agak menyembul keluar serta gerakan relatif lamban.
Jantan : Dibandingkan dengan betina bentuk badan relatif lebih langsing, sirip dada bagian atas kasar dan bila perut diurut kearah lubang kelamin akan keluar cairan berwarna putih (sperma).

Pemijahan
Cara pemijahan ikan grass garp dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

· Induced breeding
Pemijahan secara ”Induced breeding” yaitu dengan menyuntikan hormon perangsang yang berasal dari kelenjar hipofisa ikan donor atau menggunakan hormon LHRH-a atau ovaprim™. Induk betina disuntik 2 kali dengan selang waktu 4 s/d 6 jam, apabila menggunakan kelenjar hipofisa 2 dosis, tetapi apabila menggunakan ovaprim Penyuntikan pertama 1/3 bagian dan penyuntikan kedua 2/3 bagian. Induk jantan disuntik cukup sekali, menggunakan kelenjar hipofisa 1 dosis, bila menggunakan ovaprim 0,15 ml/kg dan dilakukan bersamaan denganpenyuntikan kedua pada induk betina.

Kedua induk ikan setelah disuntik dimasukan ke dalam bak pemijahan yang dilengkapi dengan hapa, setelah 6 jam dari penyuntikan pertama induki betina diperiksa kesiapan ovulasinya setiap 1 jam sekali, dengan cara diurut secara perlahan. Ikan yang akan memijah biasanya ditandai dengan saling kejar, perut besar dan lunak, keluar cairan kuning dari lubang kelamin.

Setelah tanda-tanda tersebut, induk jantan dan betina diangkat untuk dilakukan stripping (pengurutan) yaitu dengan mengurut bagian perut ke arah lubang kelamin. Telurnya ditampung dalam wadah/baki plastik dan pada saat bersamaan induk jantan di-stripping dan spermanya ditampung dalam wadah yang lain kemudian diencerkan dengan cairan fisiologis (NaCl 0,9 %) atau cairan Sperma yang telah diencerkan dituangkan kedalam wadah telur secara perlahan-lahan serta diaduk dengan menggunakan bulu ayam. Tambahkan air bersih dan diaduk secara merata sehingga pembuahan berlangsung dengan baik. Untuk mencuci telur dari darah dan kotoran serta sisa sperma, tambahkan lagi air bersih kemudian airnya dibuang, lakukan beberapa kali sampai bersih, setelah bersih telur dipindahkan kedalam wadah yang lebih besar dan berisi air serta diberi aerasi, biarkan selama kurang lebih 1 jam sampai mengembangsecara maksimal.

· Induced spawning
Pemijahan secara Induced spawning perlakuannya sama seperti pemijahan Induced breeding, hanya setelah induk jantan dan betina disuntik, dimasukan kedalam bak pemijahan dan dibiarkan sampai terjadi pemijahan secara alami. Setelah memijah maka induk jantan dan betina dikeluarkan dari bak pemijahan dan telur yang sudah dibuahi ditampung dalam wadah yang berisi air serta diaerasi dan dibiarkan sampai mengembang secara maksimal

· Penetasan Telur
Penetasan dilakukan di dalam hapa corong berdiameter 40 cm dan tinggi 40 cm dengan mengalirkan air dari bawah untuk memutar air yang berisi telur agar tidak menumpuk. Padat penebaran telur 10.000 butir/corong. Telur akan menetas dalam waktu 20-24 jam pada suhu 29°C.

Selain di dalam hapa corong penetasan dapat juga dilakukan di dalam akuarium (40 x 60 x 40) cm yang dilengkapi dengan aerasi. Padat tebar telur 5.000 butir/akuarium pada suhu 26 s/d 29°C, telur akan menetas dalam waktu 20-24 jam.

· Pemeliharaan Larva
Setelah menetas larva di pelihara dalam corong yang sama , namun sebelumnya telur-telur yang tidak menetas di buang dahulu. Lama pemeliharaan dalam corong 4 hari. Apabila telur ditetaskan dalam akuarium , setelah menetas larva bisa dipelihara di akuarium yang sama namun sebelumnya telur yang tidak menetas dan ¾ bagian air di buang dahulu dan diisi air yang baru. Larva yang sudah berumur 4 hari bisa langsung di tebar di kolam pendederan, atau di beri pakan alami berupa nauplii Artemia, Brachionus atau Moina. Pemeliharaan larva dalam akuarium selama 10 hari, air harus di ganti setiap hari sebanyak 2/3

Pendederan

Pendederan Pertama
Persiapan kolam pendederan dilakukan seminggu sebelum penebaran larva yang meliputi : pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kelamir. Kolam yang digunakan luasnya 500 s/d 1.000 m2.

Kolam kemudian dikapur dengan kapur tohor. Dosis pengapuran 50 s/d 100 gr/m2, caranya kapur tohor dilarutkan terlebih dahulu kemudian disebarkan secara merata keseluruh dasar kolam.

Pemupukan dengan menggunakan kotoran ayam. Dosis pemupukan 500 gr/m2, kemudian diisi air setinggi 40 cm.Setelah 4 hari benih grass carp sudah dapat ditebarkan, sebaik waktu penebaran pada pagi hari atau sore hari. Padat penebaran 100 s/d 200 ekor/m2.
Pemeliharaan di kolam pendederan pertama selama 21 hari. Pakan tambahan di berikan setiap hari berupa pellet halus sebanyak 75 gr/1.000 ekor larva dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali per hari.

Pendederan Kedua
Persiapan kolam pada pendederan kedua dilakukan sama seperti pendederan pertama. Padat penebaran larva 50 s/d 100 ekor/m2. Larva setiap hari diberi pakan tambahan berupa pellet sebanyak 10 % dari biomassa dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali per hari. Lama pemeliharaan pada pendederan kedua selama 28 hari.

PENYAKIT
Penyakit yang sering menyerang benih Grass Carp adalah parasit yaitu : Trichodina, Gyrodactylus, Glosatella, Scypidia, Chillodonella, yang biasanya menyerang bagian permukaan tubuh dan insang. Cara mengatasinya dengan pemberian formalin 25 ppm.



(Sumber : kkpgoid)